Dishub Buleleng Hadirkan Inovasi Papan Nama Jalan dari Daur Ulang Plastik untuk Percantik Titik Nol Kota Singaraja
Admin dishub | 25 Juni 2026 | 14 kali
Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng terus berinovasi dalam mendukung penataan kota yang berkelanjutan. Salah satu terobosan yang kini diwujudkan adalah pemanfaatan limbah plastik daur ulang sebagai bahan utama pembuatan papan nama jalan melalui kolaborasi dengan Rumah Plastik Mandiri Buleleng, pimpinan Eka Darmawan.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan Titik Nol Kota Singaraja yang mengedepankan aspek estetika, fungsi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan AP., menjelaskan bahwa pemanfaatan sampah plastik sebagai sarana perlengkapan jalan merupakan langkah nyata dalam mendukung pengurangan timbulan sampah plastik sekaligus menciptakan wajah kota yang lebih menarik dan ramah lingkungan. Penggunaan material daur ulang ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular di Kabupaten Buleleng.
Meski menggunakan bahan daur ulang, papan nama jalan yang diproduksi tetap mengacu pada standar teknis yang berlaku. Aspek daya tahan material, keselamatan, serta keterbacaan informasi bagi pengguna jalan menjadi perhatian utama dalam proses perancangannya. Dengan demikian, fungsi papan nama jalan sebagai penunjuk arah dan identitas kawasan tetap dapat berjalan optimal tanpa mengurangi nilai estetika yang dihadirkan.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, inovasi ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah plastik yang bernilai guna. Material plastik yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah kini dapat diolah menjadi fasilitas publik yang fungsional, kuat, dan memiliki nilai tambah bagi pembangunan daerah.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap hasil inovasi daerah, Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng juga telah mengajukan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas desain dan konsep papan nama jalan berbahan daur ulang plastik tersebut melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng.